Tampilkan postingan dengan label manokwari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manokwari. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2012

Pulau Mansinam Yang Indah

MANOKWARI - Pulau Mansinam terletak di kabupaten Manokwari, provinsi Papua Barat. Untuk kita dapat ke pulau Mansinam, maka kita harus terlebih dahulu menuju ke kota Manokwari.

Apabila naik pesawat maka hanya membutuhkan waktu sekitar 6 jam lamanya perjalanan di udara, dan apabila naik kapal laut maka membutuhkan waktu selama satu minggu untuk sampai ke kota ini.

Setelah sampai di Manokwari maka dari pusat kota manokwari, saudara harus menuju ke pasir putih, dimana disana ada pelabuhan kecil untuk kita dapat menyeberang ke pulau mansinam. Orang-orang disana menyebutkannya taxi air atau perahu longboat.

Karena hanya membutuhkan waktu selama 15 menit untuk menyeberang dan sampai di pulau mansinam,  biayanyapun tidak mahal, satu orang dikenakan biaya Rp 3.000. Taxi air ini juga digunakan sebagai alat transportasi utama bagi masyarakat yang tinggal di pulau Mansinam untuk menuju ke kota Manokwari.

Dan perlu kita ketahui juga bahwa pulau Mansinam ini memiliki sejarahnya yang sudah dikenal oleh seluruh penduduk yang ada di Manokwari maupun semua orang ada di tanah papua. Pulau Mansinam ini pertama kali didatangi oleh misionaris dari belanda yaitu C.W. Ottowen En J.G. Geisler untuk membawa injil masuk di tanah papua (pulau Papua), sehingga pulau ini memiliki sejarah yang luar biasa bagi seluruh masyarakat yang ada di tanah papua.

Setiap tanggal 5 Februari disetiap tahunnya, pulau ini sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat papua, dari semua kabupaten yang ada di pulau papua semuanya datang ke tempat ini. Oleh karena pada tanggal tersebut adalah perayaan Injil masuk ke tanah Papua.

Di pulau Mansinam ini juga dikenal dengan keindahan panorama dipinggir pantai, pasir pantainya yang putih dan bersih, air lautnya berwarna biru dan jernih.

Dan biasanya setiap pengunjung yang datang ke pulau Mansinam ini akan berenang atau mandi di pinggiran pantai pulau Mansinam. (BeritaDaerah)

Senin, 07 November 2011

Manokwari, Tujuan Wisata untuk Para Pecinta Alam

MANOKWARI - Tak hanya melimpah hasil sumber daya alamnya, bumi Papua menyimpan keunikan dan panorama alam yang luar biasa. Destinasi wisata bahari di Kabupaten Manokwari, masih terjaga keasliannya, menarik untuk dinikmati para pecinta keindahan alam. Ada tiga tempat wisata pantai yang layak dinikmati oleh para pelancong yakni Pantai Pasir Putih, Pantai Bakaro dan Pantai Aipiri. Pantai Pasir Putih terletak di Kampung Pasir Putih,

Distrik Manokwari Timur, hanya perlu waktu 15 menit dapat di jangkau dengan kendaraan dari kota Manokwari, Ibu Kota Papua Barat. Sepanjang mata memandang, pasirnya putih, airnya bening, sehingga anak-anak, remaja, orang dewasa dan orang tua berlama-lama mandi. Pantai ini menjadi pi

lihan warga kota untuk melepas penat di kala libur akhir pekan dan libur nasional.

Tak kalah menariknya adalah Pantai Bakaro. Letak pantai ini di kampung Pasirindo, Distrik Manokwari Timur, hanya lebih kurang 5-6 km kearah timur dari kota Manokwari, sayangnya akses jalan yang sempit sudah rusak, tak kunjung diperbaiki, sehingga para pengunjung perlu ekstra hati-hati.

Daya tarik pantai, selain mempesona, debur ombaknya besar, ada potensi wisata yang langka yakni pemanggilan iklan yang biasa dilakukan oleh sesepuh kampung, yang kenal sebagai "Pawang", Lucas Barayap menggunakan sebuah sumpritan atau peluit khusus. Saat Lucas memanggil dengan peluit ajaibnya, maka hanya hitungan menit ribuan ikan besar dan kecil mendekat ke pinggir pantai untuk disaksikan para wisatawan.

Di pantai Bakaro sudah dikembangkan pengelolaannya dengan pihak swasta. "Pak Mamad Suaedi telah membangun Bakaro Beach yang dilengkapi kolam renang dan fasilitas pendukung lainnya serta penginapan," kata Pendamping Kelompok Desa Wisata Bakaro Agutinus S.

Pantai Aipiri terletak di Kampung Aipiri, Distrik Manokwari Timur. Untuk sampai ke pantai ini menempuh jarak lebih kurang 7 Km dari kota Manokwari. Pantai ini indah dipandang, hamparan pasirnya bersih, ombaknya besar karena merupakan pesisir laut Pasific.

Pantai ini berpotensi untuk kegiatan selancar bagi para wisatawan luar negeri. Sayangnya, fasilitas penunjang untuk menarik wisatawan belum ada sama sekali. Di pantai Pasir Putih, terlihat sampah berserakan, yang dibuang secara sembarangan oleh para pengunjung dan masyarakat setempat.

Tak pelak, hamparan pasir putih di pantai ini menjadi kotor. Beruntung ada sejumlah aktifis mahasiswa Universita Negeri Papua (Fakultas Sastra dan Bahasa Indonesia) yang memiliki jiwa sadar Sapta Pesona, sehingga mau membersihkan pantai. "Ya kita membersihkan pantai ini sendiri karena besok (Minggu, 30 Oktober 2011) dijadikan tempat kegiatan Fakultas Sastra dan Bahasa Indonesia," ucap Sheilla Tarami, mahasiswa Universitas Negeri Papua (Unipa).

Sheilla mengusulkan agar di pantai Pasar Putih ada petugas kebersihan pantai, petugas keamanan, perlu dibangun tempat sampah, WC umum, dan penjaga pantai, karena pada saat pengunjung membludak, pernah ada pengunjung (anak kecil) yang tewas tenggelam.Tak diragukan lagi keindahan tiga pantai ini, namun sekali lagi, sarana dan prasarana pendukung masih sangat terbatas.

Belum dikembangkan secara serius, sehingga pantai sebagai tujuan wisata lokal dan manca negara unggulan belum terwujud. "Tiga distinasi pariwisata pantai ini akan kita kembangkan secara serius mulai tahun 2012.

Sudah dialokasikan anggaran dari Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Manokwari dan APBD Provinsi Papu Barat untuk dibangun berbagai fasilitas penunjang agar tiga pantai ini dapat menarik minat para wisatawan," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari Yusak Wabiya.

Pihaknya, kata Yusak juga telah mengajukan bantuan dana untuk pemberdayaan masyarakat desa wisata kepada Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. "Kita mengajukan 10 desa wisata untuk memperoleh bantuan dana dari Kementeriaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tetapi baru tiga desa yang disetujui akan mendapatkan dana pemberdayaan masyarakat desa wisata yakni Kampung Pasir Putih, Kampung Bakaro dan Kampung Aipiri. Kita ingin dana ini bermanfaat untuk mendorong usaha masyarakat, agar mereka mampu mengembangkan usahanya, meningkatkan kesejahteraannya," kata Yusak Wabiya menambahkan.

Pada tahun 2011, di Desa (Kampung) Wisata Pasir Putih,Kampung Bakaro, dan Kampung Aipiri masing-masing akan memperoleh bantuan pemberdayaan masyarakat desa wisata sebesar Rp 80 juta. Bantuan ini dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha seperti penjualan souvenir, hasil laut dan kuliner bagi para pengunjung.

Terkait pengembangkan dan peningkatan potensi distinasi pariwisata, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Drs Bakri MM, seperti disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Media Cetak & Elektronik Yuyanti mengatakan, jiwa Sapta Pesona di kalangan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), harus terus ditingkatkan.

"Sebab, Pokdarwis menjadi ujung tombak keberhasilan desa wisata atau objek wisata. Artinya, jika objek yang dikelola tersebut menerapkan Sapta Pesona, maka dipastikan wisatawan akan ketagihan berkunjung ke objek wisata tersebut dan sebaliknya jika Sapta Pesona tidak diimplementasikan hasilnya akan kontraproduktif," ujar Yuyanti.

Partisipasi para mahasiswa Unipa membersihkan sampah di pantai Pasir Putih pantas menjadi contoh, bagi pelajar dan masyarakat di Manokwari. "Kita sedih sekali melihat pantai ini kotor karena banyak pengunjung yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Ini sesuatu yang mudah dilakukan, tetapi nyatanya belum menjadi kegiasaan," kata Yuyanti menambahkan. (Suara Karya)

Info Menarik