Tampilkan postingan dengan label sentani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sentani. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

Putri Pariwisata Siap Majukan Pariwisata Papua

SENTANI - Setelah berlangsung selama tujuh hari, putri pariwisita asal Kabupaten Jayawijaya bernama Diana Ana Elosaka , berhasil keluar sebagai juara I dalam ajang pemilihan putri pariwisata Provinsi Papua yang diikuti 10 Kabupaten/Kota di Hotel Sentani Indah, Minggu (16/10).

Sedangkan, sebagai juara II atau runner up diraih putri wisata asal Kabupaten Mimika bernama Delila Patricia Kiwak .

Panitia Pemilihan Putri Pariwisata Provinsi Papua Mian Simanjuntak, SE mengungkapkan, juara putri I dan runner up memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mempromosikan wisata yang ada didaerahnya, termasuk di Papua secara umum.

Menurut Mian, Kabupaten Jayawijaya dan Mimika memiliki potensi/obyek pariwisata yang sangat dikenal dunia, seperti keindahan kerajinan suku Komoro, Puncak Cartenz serta sejumlah obyek pariwisata lainnya.

“ Putri pariwisata ini telah memiliki program one day one workshop atau tiada hari tanpa belajar tentang pariwisata. Diharapkan dengan belajar soal pariwisata, maka mereka mampu menjadi duta-duta pariwisata yang mampu mempromosikan wisata-wisata di Papua ke masyarakat yang lebih luas lagi untuk kemajuan pariwisata Papua,”ujar Mian kepada wartawan, Senin (17/10).

Sementara itu, Runner Up Putri Pariwisata Papua Delila Patricia Kiwak menuturkan, dirinya memiliki beberapa program yang diharapkan dapat membuat pariwisata di Papua semakin maju dan berkembang.

"Saya memiliki program One Day One Workshop dengan menghadirkan pakar-pakar pariwisata di Papua dan Kementrian Pariwisata RI dimana dalam workshop ini bisa dikupas bagaimana potensi pariwisata di Papua yang bisa digali," tuturnya.

Ditambahkannya, masih banyak program lain yang ingin dilakukan guna mengembangkan pariwisata ini dimana diharapkan bahwa ada dukungan baginya untuk mengembangkan dan hal tersebut sudah pasti datang dari pemerintahan maupun swasta yang ingin membantu. (Cepos)

Minggu, 06 November 2011

Noken Diusulkan Menjadi Warisan Dunia

SENTANI (JAYAPURA) - Noken, salah satu tas khas masyarakat Papua yang terbuat dari benang serat kulit kayu akan diajukan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata kepada UNESCO untuk dijadikan warisan dunia asli Indonesia pada 2012.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Drajat, pada saat membuka pesta budaya Festival Danau Sentani (FDS) ke-4 2011, di Pantai Kalkote Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin mengatakan, untuk mengangkat budaya tradisional masyarakat dari provinsi paling timur Indonesia ini di mata internasional.

"Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sedang mengusahakan Noken sebagai salah satu warisan dunia. Noken serba guna, bisa digunakan untuk apa saja, dan masyarakat Papua harus bangga memiliki itu," katanya, Senin (20/6/2011).

Ia mengatakan, dipilihnya Noken karena memiliki berbagai keunikan seperti bisa dipakai untuk menggendong anak, dipakai jual sayuran, menyimpan barang besar maupun kecil, dan yang intinya dapat dipakai serba guna kemanapun dan di manapun, bahkan bisa digunakan sebagai jilbab dan syal.

Namun, lanjut dia, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pemerintah daerah yakni masyarakat harus terus membuat Noken, mempunyai rasa memiliki, dan tentunya selalu digunakan.

"Sekarang ini Noken tidak hanya digunakan orang asli Papua saja, tetapi masyarakat non-Papua pun menggunakan, hal ini terbukti kecintaan masyarakat terhadap warisan Indonesia ini," katanya.

Pihaknya berharap masyarakat terus mengembangkan kearifan local yang ada, pemerintah pusat yang dibantu oleh pemerintah di daerah akan membantu mempromosikan warisan-warisan budaya yang ada di Indonesia untuk dijadikan warisan dunia, agar tidak ada yang bisa diklaim oleh negara lain seperti Noken.

"Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya kita (Indonesia), agar tidak lagi ada negara yang mengambil atau mengklaim akan kekayaan bangsa kita sebagai miliknya," ujarnya.

Menurutnya, selain Noken, ada juga beberapa kebudayaan asli Indonesia yang siap dijadikan warisan dunia seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan tari-tarian asal Bali.

Noken adalah berupa tas terbuat dari serat kayu yang dikeringkan dan benang nelon hasil kerajinan tangan perempuan Papua dengan berbagai ukuran. Noken bisa digunakan sebagai tas sekolah, kain menggendong anak, dan sebagainya. (ANtara)

Info Menarik