Tampilkan postingan dengan label utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label utama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2013

Pastor Neles Tebay, Raih Penghargaan Perdamaian di Korea Selatan

Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-soon yang berada di Seoul, Korea.

Tebay, yang selama ini giat memperjuangkan keadilan dan perdamaian di Papua serta berusaha agar dialog antara Jakarta dan Papua terwujud, akan mendapatkan penghargaan tersebut pada 13 Maret.

Menurut Tebay, penghargaan ini merupakan dukungan dari pihak internasional bahwa dialog merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan di Papua secara menyeluruh.

Menurutnya, kekerasan yang terjadi di Papua sejak 1963 hingga kini tidak dapat diselesaikan jika tidak ada dialog antara pemerintah Indonesia dengan masyarakat Papua.

Konflik di Papua yang sudah berlangsung lama, kata Romo Tebay, telah  merenggut nyawa baik dari masyarakat sipil maupun anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Selain itu, masih adanya sejumlah tahanan politik yang berada di beberapa tahanan di Papua menandakan bahwa masih ada konflik politik di bumi cendrawasih itu yang belum dituntaskan, ujarnya.

Penghargaan tersebut, menurutnya, juga merupakan bentuk pengakuan kepada pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua bahwa jalan dialog yang dipilih oleh kedua belah pihak sangat tepat sehingga tidak perlu ragu lagi untuk melaksanakannya.

Sejak 13 tahun yang lalu, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-soon memberikan penghargaan kepada individu maupun organisasi yang berjuang untuk keadilan dan perdamaian di dunia. Nama yayasan ini diambil dari almarhum Uskup Daniel Tji Hak-Soon yang mendedikasikan hidup dan pekerjaannya untuk membebaskan mereka yang mengalami ketidakadilan.

“Penghargaan ini juga memperkuat komitmen pemerintah Indonesia dan orang Papua untuk tetap maju menuju suatu dialog Jakarta-Papua dalam rangka menyelesaikan konflik Papua. Kita tidak tahu kapan dialog akan dimulai tetapi kedua belah pihak sudah tidak perlu ragu lagi terhadap jalan dialog yang telah dipilih untuk menyelesaikan konflik Papua,” ujar Tebay..

Ia mendesak agar pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua termasuk Organisasi Papua Merdeka  segera menentukan format yang tepat untuk melakukan dialog tersebut.

Tebay mengakui bahwa Papua tidak memiliki kepemimpinan tunggal tetapi dia menolak jika hal itu dijadikan permasalahan untuk menggelar dialog.

“Dan pemerintah Indonesia dan orang Papua mulai betul-betul mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk masuk kedalam meja dialog,” ujarnya.

Sementara itu, juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat berkomitmen tinggi untuk menyelesaikan persoalan Papua termasuk melakukan dialog. Kasus Papua, kata Julian, harus dilihat secara menyeluruh.

“Untuk kasus Papua kan harus dilihat secara komprehensif yah, tidak bisa secara parsial , untuk melihat atau menangani masalah-masalah yang ada di sana,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Presiden tidak mengizinkan adanya pelanggaran hak asasi manusia terjadi di Papua.[VOA]

Koalisi: Revisi SK Pelepasan Hampir 800 Ribu Hektar Hutan Papua

JAKARTA - “Hutan konservasi dan hutan lindung tak boleh diganggu gugat.” Begitu pernyataan yang kerab diungkapkan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Ungkapan ini juga diucapkan saat dia hadir dalam peluncuran kampanye Greenpeace 2013, minggu lalu. Faktanya? Perubahan fungsi kawasan hutan dari lindung maupun konservasi masih terjadi. Satu contoh di Papua, lewat SK 458 tahun 2012, lebih dari 700 ribu hektar kawasan hutan, mayoritas berada di hutan lindung dan konservasi, “berganti wajah.”

Untuk itu, Koalisi Ornop Indonesia untuk Hutan dan Iklim mendesak Presiden dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) merevisi SK Menhut Nomor 458 tahun 2012 tentang perubahan peruntukan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan ini. Koalisi juga meminta Presiden segera mengeluarkan kebijakan perpanjangan moratorium berbesis capaian karena akan berakhir Mei tahun ini. Terakhir, mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) konsisten dan memperkuat penyelamatan hutan yang tersisa.

Kiki Taufik, Kepala Pemetaan dan Riset Greenpeace Indonesia mengatakan, dari analisis spasial terlihat perubahan fungsi kawasan hutan di Papua dari lindung dan konservasi ke produksi seluas 392.535 hektar. “Itu jika dilihat di peta ada dekat perbatasan Papua dan PNG,” katanya di Jakarta, Kamis(14/3/13).

Lalu, perubahan fungsi kawasan hutan jadi bukan hutan seluas 376.535 hektar. Ada, perubahan dari non ke hutan ke kawasan hutan, dengan luasan kecil, hanya 41. 743 hektar. “Dengan analisis ini kita ingin tunjukkan ada beberapa ratus ribu hektar hutan sangat riskan perubahan. Ini kesimpulan yang didapat.”

Senada dengan Teguh Surya, Juru Kampanye Politik Hutan Greenpeace Indonesia. Menurut dia, Presiden dan Kemenhut segera merevisi SK itu. “Revisi bagaimana fungsi hampir 800 an hektar kawasan itu kembali ke kawasan hutan terutama konservasi dan lindung,” katanya.

Dengan perubahan hutan lindung ke non lindung, Papua akan kehilangan kawasan yang berfungsi ekologis, seperti kawasan penyimpanan air. “Ini kawasan yang memang tidak tergantikan.” Dia mengatakan, perubahan kawasan hutan menjadi bukan hutan ini menunjukkan inkonsistensi pemerintah, terhadap lingkungan. Komitmen pemerintah, seolah-olah terpisah dengan jaminan pengelolaan hutan untuk lingkungan.

Bukan itu saja, rujukan perubahan kawasan hutan selalu tak jelas. “Data dan metodologi untuk perubahan fungsi kawasan ga jelas. Proses konsultasi publik juga tidak ada,” ucap Teguh. SK Menhut ini, ujar dia, memang tak menyalahi Inpres moratorium hutan dan gambut secara langsung. Namun, aturan ini seakan-akan sebagai tempat menyiapkan izin-izin baru yang akan keluar setelah Inpres moratorium selesai.

Anggalia Putri, Koordinator Program HuMA mengingatkan, jika ini alarm bagi hutan Papua.  “Jawa, Sumatera dan Kalimantan, hutan sudah terkikis. Kalimantan 70 persen dibebani konsesi. Sulawesi MP3EI masuk salah satu koridor tambang.”

SK Menhut ini, juga tidak sinergis dengan komitmen penyelamatan hutan. “Juga janji penghormatan hak masyarakat adat. Yang paling bahaya alih fungsi dari hutan lindung dan konservasi ke hutan produksi.” Teguh dan Anggalia berpandangan sama, jika hutan Papua bukan hanya tempat masyarakat menggantungkan hidup juga ‘rumah’ budaya. “Jika dirusak sama juga merusak entitas adat Papua,” kata Teguh. [Mongabay]

Senin, 24 Desember 2012

Lukisan Kulit Kayu Kombouw Sentani Berpotensi Susul Noken

JAYAPURA - Lukisan kulit kayu dari Papua dianggap berpotensi menjadi warisan budaya dunia dan mendapat pengakuan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) seperti noken, mengingat lukisan itu hanya ada dikalangan masyarakat Sentani, Kabupaten Jayapura. Titus Pekei, Peneliti Ekologi dan Penggagas Noken Papua, Warisan Budaya Takbenda mengatakan, sepanjang ada orang yang benar-benar mendalami makna dan lukisan kulit kayu, maka tidak menutup kemungkinan akan mendapat pengakuan dunia sama seperti noken.

“Bisa saja, sepanjang ada orang yang mendalami maknanya. Misalnya khas dan nilai yang tak tergantikan yang terkandung dalam lukisan kulit kayu dan itutidak ada di tempat lain. Lukisan kulit kayu kan adalah perpaudan kreasi alam dengan menusia. Tapi memang tetapi harus dikaji lebih dalam. Karena lukisan yang ada di kulit kayu seperti binatang atau gambar lainnya menggambarkan kondisi alam. Jadi saya menilai lukisan kulit kayu juga punya potensi untuk mengikuti jejak noken,” kata Titus Pekei, Selasa (18/12).

Menurutnya, selain lukisan kulit kayu, masih banyak warisan budaya lainnya dari Papua yang bisa didorong untuk mendapat pengakuan UNESCO seperti patung Asmat atau tarian Yospan.

“Kedepan harus diidentifikasi lagi apa saja yang bisa direkomendasikan dari Papua. Banyak langkah yang bisa kita tempuh untuk mencari pengakuan budaya Papua. Meski itu tidak mudah. Untuk noken sendiri sejak 2008 lalu saya sudah mulai menyusun kerangka berpikir mengenai ketika beberapa budaya Indonesia seperti batik dan keris masuk UNESCO. Saya memikirkan bagaimana kalau noken digagas ke UNESCO. Lalu saya sampaikan ini ke beberapa pihak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang ditemui saat memperjuangkan noken Papua menjadi warisan budaya duni adalah adalah membangun pemahaman bahwa noken adalah budaya yang sudah diyakini masyarakat Papua. Selain itu untuk membawanya ke dunia internasional harus malalui beberapa syarat termasuk uji kelayakan.

“Namun pada akhirnya saya bangga karena noken sudah bisa diakui dunia dan orang lain seperti bisa mengerti dan memahi noken itu apa. Semoga kedepannya noken dari setiap suku digali dan diselamatkan oleh suku itu sendiri. Dalami dan kenalilah identitas budayamu, jangan mengatas namakan budaya orang lain, karena noken dihasilkan mama Papua lewat imajinasi dan perasaan. Ada banyak nilai yang terkadung dalam noken. Nilai budaya, sosial, kehidupan serta beberapa hal lainnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan dimasa lalu, beberapa daerah di Papua setiap noken yang digunakan seseorang memiliki makna tertentu dan mengambarkan identitas diri orang tersebut. “Dahulu di Sentani ada noken yang memiliki empat manik-manik dan orang yang makai itu artinya, orang yang derajatnya di atas. Noken dari anggrek di Paniai sama halnya.Orang yang menggunakan itu dijaman dulu hanya orang berada atau tingkat ekonomi dan martabatnya di atas,” jelasnya.

Untuk itu lanjut dia, semua orang yang ada di Papua harus mengenali kembali nilai yang terkandung di dalam noken. Apalgi sekarang di Papua sudah jarang orang menggunakan noken, sehingga lambat laun mereka tidak akan mengenal lagi nilai-nilai budaya yang menjinakkan manusia Papua.

“Noken semestinya kembali menyadarkan manusia Papua apa yang menjadi hak mereka dan mana yang bukan. Harapan dan target saya, saya akan kampanyekan noken di mana setiap kali pelantikan gubernur/bupati/wali kota maka kepala sukunya harus membawa noken suku atau daerah masing-masing. Misalnya dari Sentani maka harus membawa noken khas Sentani. Ini bukan membedakan atau membuat jarak tapi menjiwai tugas dan tanggung jawab. Itulah alasannya kenapa Noken diterima UNESCO karena noken punya nilai-nilai yang cukup tinggi serta sejarah yang panjang. Noken tidak bisa digantikan dengan noken lain. Pemda juga harus kembali mengenai semua wasian budaya yang ada di Papua. Cukup banyak sebenarnya hanya kita yang sering malas tahu,” tutup Titus Pekei. (Jubi)

Minggu, 23 Desember 2012

PSSI Tunjuk Bupati Sarmi Sebagai Manager Baru Timnas

JAKARTA - PSSI telah menunjuk Bupati Sarmi Mesak Manibor sebagai manajer baru timnas Indonesia. Namun, pengangkatan Mesak sebagai manajer masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong. Selain itu, Limbong juga mengabaikan sikap Habil Marati yang tidak menerima pengangkatan Mesak sebagai manajer timnas Indonesia di kualifikasi Pra Piala Asia 2015.

"Tapi pengangkatanya itu baru informal belum formal. SKnya belum keluar karena Ketum (Djohar Arifin Husin) sedang berada di Bangkok. Mungkin, setelah beliau kembali baru SK nya di tandatangani," kata Limbong kepada Jaringnews.com, Jumat (21/12) sore.

"Ya ngga apa-apa mereka kesal. Mestinya mereka legowo seperti halnya pak Ramadhan Pohan saat diganti dulu. Lagian kita mau adil. Dulu ada dari Sumatra, Sulawesi dan sekarang Papua. Biar semua warga terbaik dari sabang sampai Merauke bisa menjabat sebagai manajer timnas," lanjutnya.

Limbong juga tak menampik jika penunjukan Mesak sebagai manajer demi memuluskan niat PSSI memanggil pemain asal Papua membela timnas Indonesia. Apalagi, dari 43 daftar pemain yang dipanggil PSSI terdapat beberapa pemain asal Papua, seperti Patrich Wanggai, Ian Kabes, Ferinando Pahabol, Lukas Mandowen, Ricardo Salampessy dan Eljo Iba.

"Kita ingin putra terbaik bangsa bergabung termasuk para pemain Papua. Supaya kita bisa memenangkan pertandingan dan tidak kalah oleh Malaysia lagi," ujar Limbong.

Meski masih menjabat sebagai Bupati, tapi Limbong optimis kinerja Mesak akan maksimal. "Kan ada wakil manajer, jadi tidak berpengaruh yang penting bisa memotivasi pemain dan komunikasi lancar," tukasnya.

Jumat, 14 Desember 2012

Gagal Masuk Inter Island Cup 2012, Persipura Tidak Berubah

MALANG - Meski gagal mengulangi sukses di IIC 2012 hanya gara-gara kalah lewat sebuah lemparan koin yang akhirnya meloloskan Arema ke semi final. Andaikata wasit meniup pelanggaran Igbonefo terhadap Zah Rahan mungkin Persipura menang sempurna. Tak heran kalau publik Papua sejak awal sudah menduga kalau faktor non teknis terkadang ikut bermain dalam sepakbola di Indonesia.

“Kami telah dirampok wasit,”kata Dwaramury saat jumpa pers usai Persipura bermain imbang melawan Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang. Apa yang dibilang Mettu Dwaramury sejak awal sudah bisa diduga karena ambisi tuan rumah sangat besar untuk merebut tempat  semi final IIC 2012.

Memang kalah itu biasa dalam sepak bola, karena hanya tim yang memang saja boleh meraih tropi termasuk juara. Tetapi bagaimana kalau tim itu dikorbankan atau faktor non teknis ikut pula mempengaruhi.

Kemenangan di Piala Inter Island, bukan berarti bisa menjadi salah satu jaminan untuk menjadi Champion 2012-2013. Pasalnya Persipura pernah juara IIC 2011 laludi Solo tetapi menjadi runner up di ISL 2011-2012. Srwijaya FC yang menjadi juara ISL 2011-2012.

Melihat pengalaman musim lalu  berarti kegagalan di IIC bukan berarti sebuah kekalahan tetapi masih ada peluang di ISL-2012-2013. Materi pemain Persipura sangat lengkap antara pemain inti dan cadangan tak ada perbedaan.

Asisten pelatih Mettu Dwaramury juga mengakui kalau pemain-pemain yang baru gabung dengan Persipura langsung klop dan bisa nyetel.”Pahabol dan Patrick Wanggai sudah mampu menyesuaikan dengan ritme permainan Persipura,”kata Dwaramury.

Hal senada juga dikatakan Ferdinando Fairyo mantan pelatih PON Papua 2012, Patrick Wanggai dan Ferinando Pahabol sudah matang selama ISL 2011-2012 bersama Persidafon. “Saya nilai kedua pemain ini sudah matang sedangkan beberapa pemain lain harus bersaing merebut tempat di skuad inti Persipura,”kata Fairyo.

Dia menambahkan dua pemain asal PON Papua, Fandri Imbiri dan Alom juga harus bersaing agar merebut posisi pada tim inti Persipura.

Pantauan tabloidjubi selama IIC 2012, irama permainan Persipura tak pernah berubah. Mulai dari pergantian Ruben Sanadi dan Ortizan Solossa. Begitupula Mandowen dan Patrick Wanggai tak soal karena kualitas pemain Persipura musim ini sangat mumpuni dan menjanjikan. Kemungkinan terburuk adalah Indonesia kena sangsi FIFA dan faktor non teknis yang membawa kegagalan Persipura. Persib Bandung termasuk klub tua di Indonesia  yang sangat berambisi menjadi juara. Begitu juga Arema Malang sangat bertekad raih juara ISL. Tak tanggung-tanggung tiga striker tua langsung dikontrak masing-masing, Beto, Gumbs dan terakhir Cristian Gonzales alias El Loco. Dua mantan top skor dan mantan pemain terbaik bergabung perkuat skuad Arema Malang. (jubi)

Wayag, Ikon Raja Ampat Siap Jadi Geopark

WAISAI (RAJA AMPAT) - Ampat memiliki banyak potensi keindahan alam yang patut menjadi kebanggan Indonesia. Salah satu yang kini tengah dibenahi adalah Kepulauan Wayag.

Raja Ampat telah tersohor di kalangan wisatawan dunia berkat keindahan alamnya. Wilayahnya yang terdiri atas pulau-pulau kecil menjadikan setiap sudut Raja Ampat bisa dieksplorasi dengan maksimal. Salah satu yang kini menjadi titik perhatian adalah Kepulauan Wayag.

Wayag merupakan ikon Raja Ampat. Banyak sudut dari pulau ini yang menjadi representasi keindahan Raja Ampat. Tak salah bila Wayag akan dijadikan geopark, yang kini sedang dalam tahap pengusulan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

"Kadis Pariwisata Raja Ampat sekarang sedang ke Jakarta, membicarakan rencana ini bersama Kemenparekraf. Tinggal dijalankan untuk menjadi geopark. Kami sendiri sudah mengupayakannya dari tahun lalu, studi banding ke Langkawi, soasialisasi ke masyarakat wilayah itu. Mereka menyatakan mendukung," papar Klasina Rumbekwan, Kepala Dinas Promosi Pariwisata Raja Ampat kepada wartawan pada acara "Adira Beauty X-Pedition Jelajah Nusantara" di Raja Ampat, Papua Barat, baru-baru ini.

Ditambahkan Ina, begitu dia biasa disapa, setelah menjadi geopark Wayag akan semakin dilindungi. Wisatawan yang masuk maupun keluar akan ditata lebih tertib dan teratur. Sebab masalahnya saat ini, wisatawan dari Sorong bisa datang dan pergi begitu saja tanpa membeli pin.

Ya, untuk masuk ke wilayah Kepulauan Raja Ampat, wisatawan memang harus membeli pin yang berlaku setahun. Harga pin untuk wisatawan lokal adalah Rp250 ribu sedangkan wisatawan mancanegara adalah Rp500 ribu. Bila rencana ini berhasil diwijudkan, Ina mengatakan bahwa peran dan keterlibatan masyarakat untuk menjaga daerahnya akan semakin besar.

Ditegaskankan Ina, nantinya tidak akan banyak perubahan terhadap keindahan alam geopark Wayag. "Di sana, wisatawan bisa naik ke puncak untuk melihat pemandangan. Kami akan membuat jalur trekking. Sebenarnya, tidak banyak yang akan diubah, alam tetap dijaga sebagaimana adanya, namun kecuraman jalur trekking yang sekarang mencapai 90 derajat, akan dibuat lebih nyaman," tambahnya. Ina mengatakan, selain Kepulauan Wayag, ada Kabui yang menjadi miniatur Wayag. (Okezone)

Selasa, 11 Desember 2012

Spesies Ikan Purba Ditemukan di Perairan Papua

BIAK (BIAK) Wilayah perairan laut sepanjang Kampung Opiaref, Kabupaten Biak Numfor, Papua, berdasarkan hasil penelitian ilmuwan Jepang, ditemukan habitat hidup spesies ikan purba Kolakan.

"Ikan purba ini berukuran besar hidup ratusan tahun silam dan masih dapat dilihat di wilayah perairan Opiaref, Distrik Oridek, hingga sekarang," ujar Bupati Biak Yusuf Melianus Maryen di Biak, Selasa.

Ia mengakui, jika wilayah ikan purba Kolakan itu dikemas sebagai objek pariwisata bahari maka bisa menarik minat turis mancanegara untuk melihat langsung kehidupan alam laut ikan tersebut.

Pemkab Biak, lanjut Bupati Maryen, sangat berterima kasih dengan ilmuwan Negeri Sakura yang telah melakukan studi potensi kelautan di wilayah Kepulauan Biak Numfor.

"Untuk menghidupkan bidang pariwisata bahari di perairan Biak berupa menyelam, memancing dan snorkling maka habitat hidup ikan purba bisa menjadi daya tarik wisatawan unggulan," katanya.

Untuk retribusi penerimaan daerah dari sektor pariwisata, menurut Maryen, pendapatan di bidang ini masih terbatas karena minimnya investor memanfaatkan potensi pariwisata bahari yang dimiliki Biak.

"Pemkab telah membuat regulasi perlindungan sumber daya alam Pulau Biak sebagai komitmen pemerintah menjaga keaslian dan keberagaman sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat," kata Bupati Maryen.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara di Kabupaten Biak Numfor setiap tahunnya mencapai 15 ribuan wisatawan. (MTV)

Senin, 07 November 2011

Raja Ampat Masuk Nominasi Situs Warisan Dunia

WAISAI (RAJA AMPAT) - Raja Ampat bagi  beberapa situs travel dijuluki sebagai "surga terakhir di bumi". Kawasan yang kaya akan keanekaragaman hayati laut itu masuk nominasi situs warisan dunia versi badan PBB, UNESCO.

Raja Ampat yang resmi diusulkan oleh pemerintah Indonesia sekarang tinggal menunggu penilaian dari Dewan Internasional untuk Monumen dan Situs serta Uni Konservasi Dunia. Hasil penilaian lantas direkomendasikan kepada Komite Warisan Dunia yang bertemu setahun sekali.

Raja Ampat adalah kepulauan seluas sekitar 4,6 juta hektare di bagian paling barat mainland Papua dan menjadi jantung pusat segi tiga karang dunia. Wilayah tersebut mengandung keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Terdiri atas 1.104 jenis ikan, 699 jenis moluska, dan 537 jenis hewan karang. Wilayah itu juga kaya akan keanekaragaman terumbu karang, hamparan padang lamun, hutan mangrove, dan pantai tebing berbatu yang indah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Raja Ampat Yusdi N. Lamatenggo di sela Festival Raja Ampat pada 20?23 Oktober lalu mengatakan, seperti dikutip situs Indonesia Travel, kunjungan wisatawan ke Raja Ampat diharapkan akan terus meningkat. Dari 7.000 orang pada 2010 menjadi 10.000 pada 2011.

Di luar Raja Ampat, Indonesia total masih memiliki 26 tempat lain yang masuk daftar tentatif Situs Warisan Dunia UNESCO. Daftar tentatif adalah daftar yang memuat berbagai tempat yang diajukan setiap negara untuk dinominasikan sebagai calon situs warisan dunia.

Seperti dilansir situs National Geographic, Indonesia sampai saat ini memiliki tujuh situs yang sudah diakui sebagai situs warisan dunia. Tujuh situs itu adalah Candi Borobudur (diakui pada 1991), Candi Prambanan (1991), Taman Nasional (TN) Komodo (1991), TN Ujung Kulon (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1999), serta hutan hujan tropis Sumatera yang terdiri atas TN Gunung Leuser, TN Kerinci Seblat, dan TN Bukit Barisan Selatan (JPNN)

Pentingnya Mengetahui Indikasi Infeksi HIV/AIDS dan Penanganannya

JAYAPURA - Hubungan seks gonta-ganti pasangan, menggunakan jarum suntik narkoba dan transfusi darah bersama-sama adalah perilaku yang menyebabkan terinveksinya virus HIV/AIDS. Demikian anggapan umum untuk memastikan apakah seseorang mengidap HIV/AIDS atau tidak. Selain itu, ada cara lain untuk mengetahui seseorang positif HIV yaitu VCT (Voluntary Counseling and Testing).

VCT merupakan suatu cara untuk mengetahui keadaan seseorang terinveksi HIV/AIDS atau tidak. Namun, yang menjadi hal utama ketika ikut VCT adalah kesadaran seseorang memeriksakan diri atau bersedia untuk diketahui statusnya sebelum konseling dengan konselor. Saat konseling terjadi komunikasi dua arah antara klien dan konselor sehingga klien mendapatkan banyak hal terutama mengenai seluk-beluk penyebaran HIV/AIDS serta meningkatkan pemahaman klien menyangkut tanda-tanda teridentifikasi HIV/AIDS.

Bila proses konseling antara klien dan konselor selesai ada dialog lanjutan soal kesediaan pasien ikut tes HIV. Tes HIV atau testing sebagai perlakuan awal berupa tes kepada klien untuk mengetahui statusnya terinveksi virus HIV. Kejelasan status HIV seorang klien akan ditindaklanjuti baik berupa pengobatan, dukungan moril maupun pendekatan komunikasi persuasif untuk mengubah tingkah laku. Ketika lembaga kesehatan sudah menyediakan VCT ternyata masih ada sebagian orang yang tidak bersedia ikut VCT. Hal ini dijumpai pada pengalaman dokter yang melayani ruang VC T di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura. “Di sini ada klien yang enggan diperiksa karena takut diberi stigma negatif. Dengan alasan itu klien hanya sebatas konseling dengan pihak dokter karena takut dicap sebagai “orang terkutuk” jika ketahuan terinveksi HIV/AIDS,” kata Kepala Klinis VCT RSU Daerah Abepura, Nyoman Sri Antari, di Jayapura, beberapa hari yang lalu.

Walaupun hanya sekedar konseling, kata Nyoman, klien tidak berinisiatif menyampaikan keluhannya walaupun oleh pihak dokter sudah lebih dulu mengetahui tanda-tanda fisik orang terjangkit virus HIV/AIDS. “Umumnya klien masih enggan diperiksa secara suka rela padahal itu perlu diketahui agar ada tindak lanjut dari pihak medis,” ujarnya. Pengalaman dokter yang melayani VCT di RSUD Abepura menunjukkan masih minimnya kesadaran klien untuk lebih terbuka saat diperiksa secara suka rela bila saat konseling dengan konselor. Yang lebih berinisiatif untuk melakukan proses pemeriksaan positif HIV bagi klien malahan dari pihak dokter sementara klien sendiri enggan diperiksa. Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan pendekatan khusus bagi klien agar lebih terbuka dan tidak sungkan saat melaksanakan konsultasi dengan konselor. Menurut dr. Nyoman Sri Antari, ada dua hal yang menyebabkan klien enggan diperiksa yaitu kurang sadar diri dan paradigma lama “stigmatisasi”. Klien kurang menyadiri kalau ada tanda-tanda teridentifikasi positif HIV pada dirimya. Stigmatisasi membuat klien urung niat diperiksa karena berpikir bahwa orang yang mengidap virus HIV positif berujung pada pendiskriminasian oleh komunitas atau lingkungannya.

Pada Tahun 2005 hingga Agustus 2010 jumlah kumulatif pasien yang mengidap HIV/AIDS di RSUD Abepura tercatat 395 orang. Menurut dr. Nyoman Sri Antari penanganan sejumlah pasien tersebut terdiri dari berbagai jenjang baik kaum muda maupun ibu hamil. VCT bagi kaum muda kebanyakan dilaporkan saat konseling karena bermula dari hubungan seks di luar nikah. Yang menjadi aneh menurut Nyoman adalah klien masih terpengaruh dengan pola pikir stigmatisasi bahwa penyakit HIV/AIDS sebagai penyakit aib karena melakukan perbuatan salah.”

Masih ada sebagian orang menganggap HIV/AIDS sebagai aib sehingga untuk berkonsultasi dengan konselor agak susah karena kesadaran dirinya masih rendah. Itu pun kalau diajak konseling tunggu inisiatif dari dokter,” ujarnya. Sebagai suatu pilihan utama, ada beberapa hal yang perlu diketahui manfaat dari VCT sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Pertama, peningkatan perilaku tidak beresiko. Klien yang tidak beresiko biasanya ada perubahan peningkatan perilaku bila stasusnya sudah jelas tidak terinveksi HIV/AIDS. Dalam hal ini klien mengetahui bagaimana model penyebaran HIV/AIDS melalui konseling sehingga bisa menghindarinya melalui perubahan tingkah laku. Kedua, pencegahan segera. Klien diberi pencegahan bila dalam dirinya ada gejala-gejala awal terinveksi virus HIV/AIDS. Setidaknya gejala ini bisa dicegah melalui penanganan lebih lanjut para medis baik berupa bentuk perawatan maupun pendekatan komunikasi berupa dorongan moril kepada klien. Ketiga, peningkatan kualitas hidup ODHA.

Dijelaskan, orang yang menjalankan tes HIV/AIDS tidak bisa dipaksa tapi harus dijalani dengan suka rela. Sebelum tes klien mendapatkan konseling terlebih dahulu melalui percakapan rahasia dengan konselor (petugas perawatan). Konselor dapat membantu mengatasi kekhawtiran dan membuat keputusan pribadi yang sehat terhadap klien. Dalam konseling seorang klien dapat membicarakan semua kekhwatiran dan perasaannya terkait tingkah laku dan kondisi lingkungan sekitarnya. Klien dapat memutuskan secara suka rela menjalani tes HIV/AIDS melalui pengambilan darah setelah melewati proses konseling. Namun konseling juga dapat dilakukan setelah hasil tes diperoleh, baik HIV positif maupun negatif.

Untuk mendapatkan hasil HIV positif atau negatif dilakukan proses pengambilan darah dari pembuluh tangan untuk diuji di laboratorium apakah ada antibodi terhadap HIV. Tes ini bersifat suka rela dan rahasia. Penderita HIV positif biasanya diberi ARV (Anti Redro Virus) yang dapat diperoleh dari dokter ahli atau rumah sakit umum. Obat ini tidak dapat menyembuhkan HIV tetapi dapat menunkan jumlah virus dalam tubuh sehingga bisa bertahan hidup relatif lebih lama.

Tes HIV memiliki kegunaan yaitu dengan tes HIV kita mengetahui status HIV sejak dini agar bisa menjaga kesehatan dan masa depan dengan lebih baik. Bila tahu status HIV sejak dini, baik hasilnya positif maupun negatif maka kesehatan dapat dijaga dengan perilaku sehat melalui memperbaiki pola makan, pemakain obamt dan kebersihan. Biasanya gejala awal penyakit AIDS penderita adalah seseorang terkena virus HIV lebih awal tanpa menunjukkan tanda yang jelas. Penderita hanya mengalami demam selama 3 hingga 6 minggu tergantung kekebalan tubuh penderita kontak dengan virus HIV. Penderita HIV kembali ke kondisi membaik atau sehat selama beberapa tahun dan perlahan daya tahan tubuh mulai lemah sehingga menimbulkan sakit karena ada serangan demam berulangkali.

Di Jayapura ada beberapa lembaga atau tempat rujukan yang dimanfaatkan untuk mendapatkan konseling dan testing suka rela untuk HIV/AIDS antara lain RSUD Abepura, RS Dian Harapan, RSUD Jayapura, Klinik Kespro Yayasan Kesehatan Bethesda, Balai Pengobatan Christami Yayasan Pengembangan Kesehatan Masyarakat (YKPM), Yayasan Harapan Ibu (YHI) Papua, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBII), Kelompok Kerja Wanita (KKW) Papua dan Jayapura Support Group. (Jubi)

Persipura : Jangan Ancam Kami

JAYAPURA - Adanya pernyaatan dari Deputi Bidang Kompetisi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Saleh Ismail Mukadar yang menyebutkan, jika memang Persipura tidak secepatnya menentukan pilihan akan mengikuti kompetisi yang mana. Maka, akan ditinggal dan tidak akan diikutkan dalam kompetisi yang digelar PSSI mendapat reaksi dari kubu tim Mutiara Hitam.

Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano menegaskan agar PSSI tidak mengancam Persipura. “Jadi jangan mengancam kami. Kami bukan klub yang baru dibentuk, namun kami ini sudah lama berkiprah di sepak bola Indonesia,” kata Tommy Mano, Senin 31 Oktober 2011.

Pada dasarnya Persipura selalu siap mengikuti kompetisi, namun harus benar-benar kompetisi yang resmi. “Dan PT Liga Indonesia (LI) yang musim lalu menggelar kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) sudah disahkan oleh AFC. Sementara PSSI baru saja membentuk badan hukum dan PT. Liga Primer Indonesia Sportindo. Namun kita belum masih tahu jelas apakah sudah disahkan oleh AFC atau tidak,” tandas Tommy Mano.

Sebelumnya, Deputi Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Ismail Mukadar kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan ketua umum dan pengurus Persipura, Senin 31 Oktober mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada klub bahwa PSSI akan tegas dalam mengambil sikap. Sehingga jika ada klub yang tidak ikut, maka akan ditinggal dan tidak akan diikutkan dalam kompetisi yang digelar PSSI.

“Jika Persipura tidak ikut, maka maaf saja kami akan tetap melangsungkan Liga. Karena syarat minimal menggelar kompetisi itu 10 peserta sudah bisa dilangsungkan. Dan sekarang sudah ada 17 dengan Persipura. Dan jika saja Persipura keberatan dan Sriwijaya keberatan, maka kami masih punya 15 klub yang bisa ikut kompetisi,” kata Saleh Mukadar. (Jubi)

Kopi Balim Arabica dari Pegunungan Tengah Papua akan Dipatenkan

WAMENA (JAYAWIJAYA) - Kopi Balim Arabica dari Pegunungan Tengah Papua yang sudah diekspor hingga ke Amerika akan dibuatkan hak paten.

Hak paten tersebut dimaksudkan agar, kopi Balim Arabica yang berasal dari wilayah Pegunungan Tengah Papua tidak diproduksi oleh orang lain secara sembarangan dengan menggunakan nama Papua Arabica coffee. Hal tersebut ditegaskan Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, S.Sos, M.Par, beberapa waktu lalu di Wamena.

Dikatakannya, selama ini kopi Arabica asal Pegunungan Tengah Papua ada yang mengenalnya dengan nama Papua Arabica kopi, padahal sebenarnya kopi tersebut berasal dari Pegunungan Tengah. Untuk itu dengan membuat hak paten diharapkannya, akan memproteksi para petani kopi, sehingga petani memiliki penghasilan untuk masa depannya.

“Hak paten ini akan segera dilakukan sehingga kopi Balim Arabica yang berasal dari Pegunungan Tengah ini akan semakin dikenal, yang pada akhirnya petani pun akan memperoleh nilai tambah,” ujarnya.

Untuk terus mengembangkan usaha pertanian kopi demi mendukung ekspor kopi Balim Arabica dikatakannya, pemda melaksanakan program gerakan tanam kopi (Gertak) yang dilaksanakan disemua distrik yang ada di Jayawijaya dan akan dievaluasi dan dicari upaya tindaklanjutnya sehingga pertanian kopi dapat terus dikembangkan.(pacifictpost)

Jacksen Terus Pantau Penampilan Pemain Muda

JAYAPURA – Hasil positif yang ditorehkan Boaz Solossa dan kawan-kawan pada ajang SCTV Cup tidak membuat sang entrenador Jacksen F Tiago santai, pelatih asal Brasil ini tetap berharap dapat segera membenahi beberapa hal yang dianggapnya masih menjadi kelemahan tim asuhannya tersebut.

“Dengan pemain yang kita punya saat ini sudah cukup baik untuk menghadapi Liga Indonesia, jadi menurut saya tidak perlu ada penambahan pemain lagi, lain halnya kalau kita akan menghadapi Liga Champions Asia, kita butuhkan pemain dengan postur yang tinggi serta pengalaman serta ditunjang dengan teknk yang baik juga,” beber Jacksen saat berbincang-bincang dengan wartawan, Jumat (4/11) kemarin.

Pelatih yang satu ini, oleh beberapa pengamat sepakbola Papua, dianggap sebagai pencetus kebangkitan pemain-pemain muda Papua, saat ini, dalam skuad yang dipimpinnya, terdapat beberapa pemain muda yang telah menunjukkan performa yang baik selama berlatih bersama skuad merah hitam,”Mereka pemain-pemain yang punya potensi bagus, pada saatnya mereka akan menjadi tumpuan harapan kita, mereka masih punya waktu yang panjang untuk terus meningkatkan performa sambil menikmati keberhasilan yang telah diraih bersama Persipura,” kata Jacksen.

Beberapa tahun lalu, Ian Louis Kabes, Ricardo Salampessy, Stevie Bonsapia, dan beberapa pemain lainnya, berada pada posisi pemian-pemain muda saat ini, bahwa, waktu akan memberikan mereka jawaban atas usaha dan kerja keras mereka selama berlatih, saat ini, beberapa diantara pemain-pemain muda Persipura telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, disiplin dan serius dalam berlatih adalah bagian penting yang harus diperhatikan para pemain muda tersebut.

“Kita punya David Laly, Moses Banggo, Marco Kabiay, Daniel Tata, Viktor Pae, Yulianus Watora, Philipus Basik basic, mereka adalah pemain-pemain yang menjanjikan, dan pada saatnya nanti, mereka akan bersinar seperti Boaz, Kabes, dan pemain-pemain senior lainnya, dan kami akan terus memantau perkembangan mereka, bahkan waktu di SCTV Cup saya mau menurunkan mereka semua, sayangnya, ada pembatasan pergantian pemain,” jelas Jacksen.

Jacksen Tiago, adalah sosok penting dari bersinarnya pemain muda Papua, pelatih yang satu ini memiliki kepercayaan bahwa, para pemain muda Papua ini akan menjadi pemain yang bagus pada saatnya nanti, dan kepercayaannya itu terus ia pertahankan dengan terus mengikut sertakan para pemain muda dalam ajang Inter Island Cup,”Iya mereka akan kita ikut sertakan, saya berharap mereka bisa terus menunjukkan perkembangan dari penampilan mereka, kita akan bisa melihat perubahan atau peningkatan mereka pada Inter Island (Binpa)

Putri Pariwisata Siap Majukan Pariwisata Papua

SENTANI - Setelah berlangsung selama tujuh hari, putri pariwisita asal Kabupaten Jayawijaya bernama Diana Ana Elosaka , berhasil keluar sebagai juara I dalam ajang pemilihan putri pariwisata Provinsi Papua yang diikuti 10 Kabupaten/Kota di Hotel Sentani Indah, Minggu (16/10).

Sedangkan, sebagai juara II atau runner up diraih putri wisata asal Kabupaten Mimika bernama Delila Patricia Kiwak .

Panitia Pemilihan Putri Pariwisata Provinsi Papua Mian Simanjuntak, SE mengungkapkan, juara putri I dan runner up memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mempromosikan wisata yang ada didaerahnya, termasuk di Papua secara umum.

Menurut Mian, Kabupaten Jayawijaya dan Mimika memiliki potensi/obyek pariwisata yang sangat dikenal dunia, seperti keindahan kerajinan suku Komoro, Puncak Cartenz serta sejumlah obyek pariwisata lainnya.

“ Putri pariwisata ini telah memiliki program one day one workshop atau tiada hari tanpa belajar tentang pariwisata. Diharapkan dengan belajar soal pariwisata, maka mereka mampu menjadi duta-duta pariwisata yang mampu mempromosikan wisata-wisata di Papua ke masyarakat yang lebih luas lagi untuk kemajuan pariwisata Papua,”ujar Mian kepada wartawan, Senin (17/10).

Sementara itu, Runner Up Putri Pariwisata Papua Delila Patricia Kiwak menuturkan, dirinya memiliki beberapa program yang diharapkan dapat membuat pariwisata di Papua semakin maju dan berkembang.

"Saya memiliki program One Day One Workshop dengan menghadirkan pakar-pakar pariwisata di Papua dan Kementrian Pariwisata RI dimana dalam workshop ini bisa dikupas bagaimana potensi pariwisata di Papua yang bisa digali," tuturnya.

Ditambahkannya, masih banyak program lain yang ingin dilakukan guna mengembangkan pariwisata ini dimana diharapkan bahwa ada dukungan baginya untuk mengembangkan dan hal tersebut sudah pasti datang dari pemerintahan maupun swasta yang ingin membantu. (Cepos)

Minggu, 06 November 2011

Edo Kondologit Bangga Jadi Orang Papua

RAJA AMPAT - ”Orang Papua itu kulitnya hitam, rambut keriting, dan mata menyala, seperti saya. Namun, bukan berarti kitorang mau pisah dari Indonesia. Ini identitas kami orang Papua, yang juga orang Indonesia,” ujar Edo Kondologit (44) saat mengisi acara di Festival & Travel Mart Raja Ampat 2011, Kamis (20/10/2011).

Ucapan Edo terkait lagu yang dinyanyikannya, ”Aku Papua”. Lagu yang diciptakan almarhum Franky Sahilatua empat tahun lalu itu bercerita tentang kebanggaan menjadi orang Papua yang hidup di negeri berlimpah kekayaan alam. Baginya, lagu ini tak sekadar menggambarkan alam, tetapi juga memberi semangat, motivasi, dan keyakinan persamaan harkat orang Papua.

”Masih banyak orang Papua yang minder karena hitam dan keriting. Ini gara-gara citra yang dimunculkan televisi bahwa orang cantik itu berkulit putih dan rambut lurus. Orang hitam juga cantik, kok,” katanya.

Lewat lagu, Edo ingin mempromosikan Papua sebagai ”surga” di bumi. Hampir setiap sudut tanah Papua menyuguhkan keindahan, seperti alam laut dan gugusan pulau di Raja Ampat.

Untuk mengangkat Papua, Edo berencana membuat album mini berisi sembilan lagu yang bercerita tentang Papua dan lagu berbahasa Papua, seperti lagu dari Biak, ”Orisun”, dan lagu lama yang diaransemen ulang, ”Suku Satu”.

”Ini pertama kali saya ke Raja Ampat. Padahal, saya asli Sorong. Itu karena saya sudah 20 tahun di Jakarta,” ujar Edo yang lahir di Distrik Teminabuan, Sorong Selatan. (Kompas)

Noken Diusulkan Menjadi Warisan Dunia

SENTANI (JAYAPURA) - Noken, salah satu tas khas masyarakat Papua yang terbuat dari benang serat kulit kayu akan diajukan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata kepada UNESCO untuk dijadikan warisan dunia asli Indonesia pada 2012.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Drajat, pada saat membuka pesta budaya Festival Danau Sentani (FDS) ke-4 2011, di Pantai Kalkote Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin mengatakan, untuk mengangkat budaya tradisional masyarakat dari provinsi paling timur Indonesia ini di mata internasional.

"Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sedang mengusahakan Noken sebagai salah satu warisan dunia. Noken serba guna, bisa digunakan untuk apa saja, dan masyarakat Papua harus bangga memiliki itu," katanya, Senin (20/6/2011).

Ia mengatakan, dipilihnya Noken karena memiliki berbagai keunikan seperti bisa dipakai untuk menggendong anak, dipakai jual sayuran, menyimpan barang besar maupun kecil, dan yang intinya dapat dipakai serba guna kemanapun dan di manapun, bahkan bisa digunakan sebagai jilbab dan syal.

Namun, lanjut dia, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pemerintah daerah yakni masyarakat harus terus membuat Noken, mempunyai rasa memiliki, dan tentunya selalu digunakan.

"Sekarang ini Noken tidak hanya digunakan orang asli Papua saja, tetapi masyarakat non-Papua pun menggunakan, hal ini terbukti kecintaan masyarakat terhadap warisan Indonesia ini," katanya.

Pihaknya berharap masyarakat terus mengembangkan kearifan local yang ada, pemerintah pusat yang dibantu oleh pemerintah di daerah akan membantu mempromosikan warisan-warisan budaya yang ada di Indonesia untuk dijadikan warisan dunia, agar tidak ada yang bisa diklaim oleh negara lain seperti Noken.

"Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya kita (Indonesia), agar tidak lagi ada negara yang mengambil atau mengklaim akan kekayaan bangsa kita sebagai miliknya," ujarnya.

Menurutnya, selain Noken, ada juga beberapa kebudayaan asli Indonesia yang siap dijadikan warisan dunia seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan tari-tarian asal Bali.

Noken adalah berupa tas terbuat dari serat kayu yang dikeringkan dan benang nelon hasil kerajinan tangan perempuan Papua dengan berbagai ukuran. Noken bisa digunakan sebagai tas sekolah, kain menggendong anak, dan sebagainya. (ANtara)

Festival dan Travel Mart Raja Ampat 2011 di Pantai Waisai Tercinta (WTC)

WAISAI (RAJA AMPAT) - Festival dan Travel Mart Raja Ampat 2011 dibuka di Pantai Waisai Tercinta (WTC), Raja Ampat, Papua Barat. Pembukaan dimeriahkan dengan tarian tradisional dan performa arti ibu kota, Kamis (20/10/2011).

Ketua Panitia Festival & Travel Mart 2011 Ferdinand Dimara mengatakan, festival bahari ini dihadirkan untuk mempromosikan pariwisata maritim Raja Ampat.

Selain itu mempertemukan operator wisata yang ada di Raja Ampat dengan sejumlah agen perjalanan.

Sementara menurut Staf Ahli Bidang Multikultural Kemenetrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Hari Utoro Drajat, event pariwisata ini menunjukkan bahwa pelaku dan masyarakkat Raja Ampat menyadari besarnya potensi wisata di daerahnya yang berbasis kemaritiman.

"Raja Ampat adalah wilayah khusus yang dikembangkan menjadi wilayah wisata maritim," ujar Hari, saat membuka festival dan travel mart Raja Ampat 2011.

Bupati Raja Ampat Marcus Wanma mengatakan, keindahan wilayahnya yang kaya dengan karang dan biota laut sudah dikenal sampai ke penjuru dunia. Oleh sebab itu, dia berharap Raja Ampay bisa menjadi tujuan utama wisatawan asing maupun domestik. Terutama pecinta selam dan penikmat wisata bawah laut. Raja Ampat yang terdiri dari empat pulau besar, yakni Pulau Wageo, Misol, Batanta, dan Salawati, serta 1.000 lebih pulau-pulau kecil menyimpan keragaman flora-fauna juga tradisi budaya.

Dalam festival bahari ini, pengunjung dapat menikmatinya dalam bentuk suguhan paket wisata, pesta kesenian juga kuliner. Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Raja Ampat Yusdi N Lamatenggo, tujuan festival ialah memperkenalkan dan mempromosikan panorama bawah laut yang memesona. Selain itu juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari 7.000 orang (2010) menjadi 10.000 pada tahun ini.

Hari menambahkan, Raja Ampat telah memiliki potensi daya tarik wisata bahari. Selanjutnya yang perlu ditingkatkan ialah fasilitas penunjang dan aksesibilitas yang mudah menuju Raja Ampat. Tak lupa, melibatkan masyarakatnya berperan aktif dalam kegiatan ekonomi industri wisata.

Dalam festival bahari ini, selain pesta seni dan budaya, juga diadakan lomba foto bawah laut dan panorama kehidupan masyarakat Raja Ampat. Serta, seminar tentang menyelam yang berwawasan lingkungan. (Kompas)

Kontingen Merauke Juara Umum Festival Seni Kreasi Papua XI

BIAK - Kontingen kabupaten Merauke, Sabtu, keluar sebagai juara umum pada ajang festival seni kreasi Papua XI yang berlangsung di kabupaten Biak Numfor sejak 11 hingga 15 Oktober 2011.

Asisten Satu Sekda Biak Pualus Resirwawan atas nama pejabat Gubernur Papua Dr Syamsul Arief Rivai menutup resmi pengelaran seni kreasi Papua XI pada Sabtu.

Pejabat Gubernur papua Syamsul arief Rivai dalam amanatnya tertulis dibacakan Asisten satu paulus Resirwawan mengharapkan, lewat festival seni kreasi, Papua dapat melestarikan eksistensi berbagai kesenian daerah khas Papua.

"Melalui festival seni kreasi bisa menjaga serta mempertahankan keaslian budaya seni Papua kepada generasi muda," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua panitia pelaksana andris kafiar dalam rekomendasinya mengharapkan jajaran pemkab/kota harus mengalokasikan dana kegiatan festival sama dengan cabang sepak bola.

Selain itu, lanjut Andris yang juga Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata Biak, meminta pemkab untuk membangun gedung kesenian yang permanen sebagai tempat pelaksanaan berbagai kegiatan kesenian dan budaya di kabupaten Biak Numfor.

"Panitia rekomendasikan pada tahun anggaran 2012 gedung kesenian Biak segera dibangun sehingga menjadi lokasi setiap event budaya dan kesenian se-Papua," harap Andris Kafiar.

Hingga Sabtu pukul 19.00 WIT meski festival seni kreasi Papua telah berkahir namun panitia penyelenggara masih menggelar panggung hiburan rakyat di areal meseum Cenderawasih kabupaten Biak Numfor. (Antara)

Info Menarik