Tampilkan postingan dengan label sospol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sospol. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Maret 2013

Kunjungan Wisatawan Meningkat, Meski Kerap Terjadi Penembakan di Papua

JAYAPURA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua mengumumkan sepanjang tahun 2012, kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara di bumi cenderawasih mengalami kenaikan yang cukup signifikan meski pada tahun yang lalu kerap terjadi penembakan diberbagai wilayah.

Hal tersebut sebagaimana diakui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua, Wim CH Rumbino, saat diwawancara pers dalam satu kesempatan, kemarin.Sayangnya, Rumbino tak menjelaskan secara spesifik mengapa kunjungan wisawatan meningkat meski terjadi sejumlah aksi  penembakan tersebut yang hampir memperburuk citra Papua dimata dunia.

"Jadi, penembakan maupun aksi demonstrasi di tahun 2012 tidak benar-benar memengaruhi kunjungan wisatawan. Sebab kunjungan di kemarin justru mengalami peningkatan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagaimana data yang berhasil dihimpun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua, ada kurang lebih sebanyak 12 ribu wisatawan yang berkunjung ke provinsi tertimur di Indonesia ini. Kunjungan para turis lokal maupun manca negara ini terbagi dalam bentuk perorangan maupun kelompok.

Sementara para turis dari luar negeri yang berkunjung ke Papua lebih didominasi dari benua Asia, yakni dari negara Jepang dan Cina, sementara turis Eropa berasal dari Itali.Masih menurut Rumbino, selain kunjungan secara perorangan dan kelompok, ada juga kunjungan wisatawan manca negara yang dengan menggunakan kapal pesiar.

“Bayangkan kunjungan dengan kapal pesiar itu setiap tahun pasti ada yang datang dan mereka dalam jumlah yang banyak,” katanya.Ditambahkan dia, dengan adanya promosi Papua melalui  pameran expo Papua pada bulan April mendatang di Jakarta, maka pihaknya akan memanfaatkan momentum tersebut untuk lebih menjual pariwisata Papua ke dunia luar.

Dengan harapan kunjungan para turis manca negara maupun lokal akan bisa lebih meningkat sehingga bisa menambah Pajak Asli Daerah (PAD) Papua serta menumbuhkan iklim kepariwisataan Papua yang saat ini sudah mulai dikenal dunia luar.

“Maka itu, kedepan perlu juga kita tawarkan paket-paket perjalanan murah ke Papua melalui internet. Dan memang pasti akan bisa menarik banyak turis sebab masih terjadi penembakan saja turis tetap berdatangan. Apalagi kalau situasi kondusif ditambah promosi yang tepat pasti akan lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke sini,” tutupnya. [PemprovPapua]

Jumat, 15 Maret 2013

Pastor Neles Tebay, Raih Penghargaan Perdamaian di Korea Selatan

Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-soon yang berada di Seoul, Korea.

Tebay, yang selama ini giat memperjuangkan keadilan dan perdamaian di Papua serta berusaha agar dialog antara Jakarta dan Papua terwujud, akan mendapatkan penghargaan tersebut pada 13 Maret.

Menurut Tebay, penghargaan ini merupakan dukungan dari pihak internasional bahwa dialog merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan di Papua secara menyeluruh.

Menurutnya, kekerasan yang terjadi di Papua sejak 1963 hingga kini tidak dapat diselesaikan jika tidak ada dialog antara pemerintah Indonesia dengan masyarakat Papua.

Konflik di Papua yang sudah berlangsung lama, kata Romo Tebay, telah  merenggut nyawa baik dari masyarakat sipil maupun anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Selain itu, masih adanya sejumlah tahanan politik yang berada di beberapa tahanan di Papua menandakan bahwa masih ada konflik politik di bumi cendrawasih itu yang belum dituntaskan, ujarnya.

Penghargaan tersebut, menurutnya, juga merupakan bentuk pengakuan kepada pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua bahwa jalan dialog yang dipilih oleh kedua belah pihak sangat tepat sehingga tidak perlu ragu lagi untuk melaksanakannya.

Sejak 13 tahun yang lalu, Yayasan Keadilan dan Perdamaian Tji Hak-soon memberikan penghargaan kepada individu maupun organisasi yang berjuang untuk keadilan dan perdamaian di dunia. Nama yayasan ini diambil dari almarhum Uskup Daniel Tji Hak-Soon yang mendedikasikan hidup dan pekerjaannya untuk membebaskan mereka yang mengalami ketidakadilan.

“Penghargaan ini juga memperkuat komitmen pemerintah Indonesia dan orang Papua untuk tetap maju menuju suatu dialog Jakarta-Papua dalam rangka menyelesaikan konflik Papua. Kita tidak tahu kapan dialog akan dimulai tetapi kedua belah pihak sudah tidak perlu ragu lagi terhadap jalan dialog yang telah dipilih untuk menyelesaikan konflik Papua,” ujar Tebay..

Ia mendesak agar pemerintah Indonesia dan masyarakat Papua termasuk Organisasi Papua Merdeka  segera menentukan format yang tepat untuk melakukan dialog tersebut.

Tebay mengakui bahwa Papua tidak memiliki kepemimpinan tunggal tetapi dia menolak jika hal itu dijadikan permasalahan untuk menggelar dialog.

“Dan pemerintah Indonesia dan orang Papua mulai betul-betul mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk masuk kedalam meja dialog,” ujarnya.

Sementara itu, juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat berkomitmen tinggi untuk menyelesaikan persoalan Papua termasuk melakukan dialog. Kasus Papua, kata Julian, harus dilihat secara menyeluruh.

“Untuk kasus Papua kan harus dilihat secara komprehensif yah, tidak bisa secara parsial , untuk melihat atau menangani masalah-masalah yang ada di sana,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Presiden tidak mengizinkan adanya pelanggaran hak asasi manusia terjadi di Papua.[VOA]

Info Menarik